Apa penyebab batuk dan sesak nafas

Gejala Sesak Napas Biasa Vs Sesak Napas Penderita Covid-19Pada dasarnya, sesak napas atau dyspnea adalah serangkaian sensasi yang dirasakan saat saluran pernapasan tidak berfungsi normal. Pengalaman sesak napas bisa dijelaskan sebagai upaya ekstra untuk bernapas, dada terasa ketat, dan perasaan tidak cukup mendapatkan oksigen.

Menurut American Lung Association (ALA), ada beberapa penyebab sesak napas secara umum. Salah satu penyebab sesak napas yang tidak berbahaya misalnya terjadi saat olahraga ekstrem, suhu panas, atau efek altitudo. Bahkan, perasaan cemas atau depresi juga bisa mengakibatkan sensasi sesak napas. Penyebab sesak napas yang serius bisa terjadi akibat asma, serangan jantung, atau radang paru-paru alias pneumonia.

Khususnya untuk penderita Covid-19, sesak napas sering disebabkan karena pneumonia yang terus memburuk. Hal ini terjadi karena virus menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan sehingga memicu iritasi di jaringan saraf pada saluran pernapasan, menyerang organ paru- paru dan memenuhi kantung udara dengan cairan dan sel- sel yang menghambat jalur oksigen.

Akibat minimnya kadar oksigen normal, membuat kadar karbondioksida terus meningkat di dalam tubuh yang mempercepat pola pernapasan. Akibatnya, penderita Covid-19 akan merasa sesak napas yang mungkin berakibat fatal.

Selebihnya dari Lifebuoy:

Sesak napas saat pilek memiliki beberapa penyebab, utamanya karena jalan napas di hidung tersumbat.

Baca Juga: Cara Menghindari Pilek dan Influenza?

Penyebab Napas Sesak Saat Pilek

Pilek memang bukan penyakit berat. Namun, penyakit ini memiliki beberapa gejala yang dapat membuat Anda kesulitan bernapas. Berikut detail penyebabnya:

  1. Saluran Napas Tersumbat
    Sesak napas saat pilek memiliki beberapa penyebab, utamanya adalah karena jalan napas di hidung tersumbat, sehingga membuat Anda kesulitan bernapas seperti biasanya. Gejala yang umum Anda rasakan ketika pilek adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, saluran udara meradang, radang dalam selaput lendir, dan kelebihan lendir di saluran udara.
    Selain mengiritasi paru-paru dan saluran napas Anda, virus penyebab pilek juga dapat menyebabkan batuk. Kondisi ini menyebabkan proses bernapas dua kali lebih sulit. Seseorang yang mengalami sesak napas, akan merasa kesulitan untuk menghirup dan menghembuskan napas, atau merasa seolah-olah mereka tidak mendapatkan cukup oksigen.
  2. Pneumonia atau Radang Paru-Paru
    Alasan kedua yang dapat menjadi penyebab Anda sesak napas saat pilek adalah pneumonia. Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan peradangan di paru-paru Anda. Gejala pneumonia dapat bermacam-macam. Mereka bahkan hampir serupa dengan gejala pilek dan flu biasa, termasuk demam, kesulitan bernapas, nyeri dada, dan batuk berdahak atau berlendir.
    Gejala yang hampir serupa dengan pilek, membuat pneumonia sering disalah artikan sebagai pilek atau flu menahun yang tidak kunjung sembuh. Jika Anda mengalami gejala pilek yang terjadi lama dan diiringi kesulitan bernapas bisa jadi ada peradangan di paru-paru Anda. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan pertama.
  3. Asma
    Jika Anda memiliki riwayat penyakit asma, sesak napas ketika pilek sangat mungkin terjadi. Pilek dapat memicu asma Anda kambuh. Hal ini dikarenakan saluran udara yang tidak normal sehingga membuat Anda kesulitan bernapas. Gejala yang mungkin Anda rasakan mungkin mengi, batuk berlendir, sesak di area dada. Asma dapat sembuh atau kambuh lagi, tergantung pada paparan pemicunya. Jika dalam hal ini pilek menjadi pemicu utama, yang membuat Anda kesulitan bernapas, maka Anda dapat mengobati pilek dan secara perlahan mengobati asmanya. Selama kambuh, dokter mungkin akan meresepkan obat hirup untuk membantu Anda bernapas lebih mudah.
  4. Bronkitis Kronis
    Bronkitis menjadi alasan ketiga mengapa Anda kesulitan bernapas ketika pilek. Kondisi ini terjadi karena pilek atau bronkitis akut, telah berkembang menjadi bronkitis kronis. Terlebih ketika pemberian obat untuk mengatasi pilek tidak bekerja, atau pilek bertahan lebih dari seminggu. Gejala-gejala seperti ini patut Anda waspadai.

Ketika Anda mulai mengalami beberapa gejala seperti kesulitan bernapas, batuk keras sehingga membuat Anda kesulitan tidur, produksi lendir berlebih, demam, dan tidak kunjung sembuh hingga 3 bulan lamanya. Segera periksakan diri Anda ke dokter, untuk mendapatkan perawatan. Dokter mungkin akan memberikan resep penekan batuk atau antibiotik, jika mereka mencurigai adanya infeksi.

Jika penyebabnya karena komplikasi berat, seperti pneumonia segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca Juga: 10 Cara Menyembuhkan Pilek Pada Bayi

Saran untuk Mengatasi Napas Sesak Saat Pilek

Jika salah satu penyebab di atas sedang Anda alami segera periksakan diri Anda, dan dapatkan pengobatan sesuai anjuran dokter. Ketika penyebab dari napas sesak Anda hanya pilek, tidak perlu khawatir. Sebab, saat pilek, flu, atau infeksi dada penyebab kesulitan bernapas sembuh, maka Anda akan dapat bernapas dengan normal kembali. Hal ini juga berlaku untuk kondisi asma.

Baca Juga: Mengobati Pilek Secara Alami

Namun, jika penyebabnya komplikasi yang lebih berat seperti pneumonia atau bronkitis kronis, maka segera periksakan diri Anda ke dokter, untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Hindari merokok, perbanyak asupan gizi dari sayur dan buah, atur kelembaban udara, dan jaga kebersihan rumah, untuk membantu proses pemulihan Anda lebih cepat.

Nah, sekarang Anda sudah membaca informasi tentang penyebab sesak napas saat pilek. Semoga artikel ini bermanfaat untuk mengatasi masalah Anda. Jangan lupa bagikan informasi ini ke keluarga dan orang-orang yang Anda sayangi. Tetap jaga kesehatan dan kebersihan. Sampai jumpa kembali di artikel kesehatan lainnya.

Telah direview oleh dr. Pusparina Oeniasih

Source:

  • Apa Penyebab Kesulitan Bernapas?
  • Mengenali dan Mengobati Gejala Dada Sesak?
  • Dapatkah Pilek atau Flu Menyebabkan Pneumonia?

Artikel Terkait