Apa yang dibutuhkan dalam membuat karya seni kriya

kuas dan cat merupakan salah satu alat berkarya seni rupa. (unsplash/Andrian Valeanu)

adjar.id – Dalam berkarya seni rupa, ada berbagai alat dan teknik yang digunakan.

Alat dan teknik ini biasanya digunakan dalam membuat karya seni rupa dua dimensi, Adjarian.

Seni rupa dua dimensi merupakan salah satu dari beragam jenis karya seni rupa.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai alat dan teknik yang digunakan dalam berkarya seni rupa yang menjadi materi seni budaya kelas 10 SMA.

O iya, seni rupa adalah salah satu cabang seni yang membentuk karya seni serta bisa dilihat oleh mata dan dirasakan.

Seni rupa memberkan kesan hasil olahan dari bidang, konsep garis, volume, warna, bentuk, pencahayaan, dan tekstur.

Sementara itu, seni rupa dua dimensi adalah seni rupa yang hanya mempunyai dua ukuran yang terdiri dari panjang dan lebar.

Contoh karya seni rupa dua dimensi di antaranya adalah ilustrasi, lukisan, seni grafis, dan lain sebagainya.

Selain itu, terdapat juga beberapa unsur seni rupa dua dimensi, yaitu raut, garis, tekstur, warna, ruang, dan gelap-terang.

Yuk, kita cari tahu alat dan teknik berkarya seni rupa berikut ini, Adjarian!

“Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa terbagi menjadi seni rupa dua dimensi dan seni rupa tiga dimensi.”

Baca Juga: Macam-Macam Seni Rupa Bedasarkan Dimensinya dan Contohnya


Page 2

kuas dan cat merupakan salah satu alat berkarya seni rupa. (unsplash/Andrian Valeanu)

Alat Berkarya Seni Rupa

Adjarian, alat untuk berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya.

Beberapa karya seni rupa bahkan mempunyai peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya.

Akan tetapi ada juga alat atau bahan yang dipergunakan hampir di semua proses berkarya seni rupa.

Alat-alat tulis atau gambar adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh jenis karya seni rupa, terutama saat membuat rancangan karya seni tersebut.

Dalam berkarya seni rupa dua dimensi setidaknya dikenal beberapa kategori alat utama untuk berkarya, yaitu alat untuk menggambar, membentu, mewarnai, dan alat mencetak.

Selain kategori alat utama, ada juga alat-alat bantuan lainnya, yaitu alat-alat yang digunakan tidak secara khusus untuk berkarya seni rupa.

Akan tetapi, alat bantuan ini juga sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa, seperti alat pemotong, alat pengering, alat pengukur, dan lain sebagai.

Alat-alat ini sifatnya sendiri adalah sebagai penunjang untuk melancarkan dan memudahkan dalam proses pembuatan karya.

O iya, adanya kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi alat yang dipergunaan dalam berkarya seni rupa bisa dilakukan dengan menggunakan komputer.

“Ada beragam alat berkarya seni rupa, di antaranya pensil, penghapus, pensil warna, krayon, kuas, kanvas, cat air, dan lain sebagainya.”

Baca Juga: Unsur-Unsur Seni Rupa Dua Dimensi


Page 3

kuas dan cat merupakan salah satu alat berkarya seni rupa. (unsplash/Andrian Valeanu)

Teknik Berkarya Seni Rupa

Dalam membuat karya seni rupa murni atau terapan dibutuhkan keterapan teknis menggunakan alat dan mengolah bahan untuk mewujudkan objek pada bidang garap.

Sebagai contoh, untuk mewujudkan sebuah objek dalam karya lukisan, seorang seniman dituntut untuk menguasai keterampil teknik menggunakan kuat, mengolah bahan, dan lainnya.

Lalu, seorang pematung yang dituntut menguasai keterampilan teknis menggunakan alat memahan dan mengolah bahan kayu untuk mewujudkan karya seni patung.

Karya seni rupa ada juga yang dinamai berdasarkan teknik utama yang digunakan dalam pembuatannya.

Seni kriya batik misalnya, menunjukkan jenis kaya seni rupa yang dubuat dengan teknik membatik.

Begitu juga seni kriya anyam, untuk menamai jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik menganyam.

Berikut beberapa teknik berkarya seni rupa, di antaranya teknik aquarel, teknik plakat, teknik goresan ekspresif, dan teknik mozaik.

Nah, itu tadi alat dan bahan dalam berkarya seni rupa yang mendukung proses pembuatan karya seni rupa.

Coba Jawab!

Apa saja alat bantu yang digunakan dalam berkarya seni rupa?

Petunjuk: Cek halaman 2.

Seni kriya dapat disebut dengan seni kerajinan yang merupakan bentuk seni rupa terapan. Seni kriya merupakan bagian dari seni rupa yang bertujuan untuk memenuhi kepuasan fisik (seni pakai) dan psikologis (seni hias/keindahan rasa). Seni kriya dikerjakan dengan keterampilan atau kecekatan tangan. Pada umumnya seni kriya dibuat cenderung sebagai barang produksi atau seni industri.

Apresiasi Karya Seni Rupa

Apresiasi adalah sikap kepekaan dalam mengenal dalam menghargai, mengagumi, dan menilai sebuah karya seni. Apresiasi pasif tumbuh seiring dengan pembiasaan yang sifatnya pasif sampai pada tahap menilai, mulai dari mengamati gambar atau reproduksi karya seni rupa di buku hingga menghadiri pameran karya seni rupa. Apresiasi aktif yaitu apresiasi pasif yang disertai pembuatan karya.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengkaji atau menilai sebuah karya seni, yaitu berkaitan dengan nilai bentuk dan nilai isi.

  1. Nilai Bentuk
    Berkaitan dengan hal yang sifatnya indrawi atau disebut juga nilai intrinsik. Misalnya, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna, dan nada gelap terang.
  2. Nilai Isi
    Nilai isi disebut pula nilai ekstrinsik dan sifatnya nonfisik karena berada di balik wujud karya. Seorang pengamat setelah mengamati nilai-nilai fisik akan menangkap isi atau pesan perupa yang terdapat pada karya, misalnya komposisi, gagasan, pesan, perlambangan, tema, gaya, kemampuan teknik, dan bakat perupa dalam mengolah nilai-nilai bentuk.

Apresiasi Karya Seni Rupa meliputi:

  1. Pendekatan mimetik
    Sebuah karya dinilai kaitannya dengan kenyataan yang ada di alam.
  2. Pendekatan Ekspresif
    Menilai ungkapan atau ekspresi perupa yang diwujudkan dalam karya.
  3. Pendekatan Struktural
    Dilakukan dengan menilai kesatuan utuh karya dengan strukturnya.
  4. Pendekatan Semiotik
    Dilakukan dengan menilai kandungan berbagai tanda yang ingin disampaikan seorang perupa kepada penikmatnya.

BACA:  Gerak Tari Mappadendang

Aspek-Aspek Dalam Pembuatan Karya Seni

Membuat karya seni kriya, perlu mempertimbangkan beberapa aspek berikut ini.

  1. Aspek fungsi
    Sebuah karya seni harus mengandung unsur keindahan atau kenunikan juga perlu memiliki fungsi atau kegunaan. Fungsi atau kegunaan benda merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan.
  2. Aspek bahan
    Jika telah dirumuskan fungsi atau kegunaan benda yang akan dibuat, selanjutnya memilih bahan yang akan digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Mungkin bahan haru dibeli, tetapi juga bias menggunakan bahan yang tersedia banyak di sekitar kita, seperti tanah liat, kayu, batu atau bambu dan lain-lain.
  3. Aspek bentuk
    Jika bahan telah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah merancang bentuk karya seni yang akan kita buat, apakah bentuknya geometris seperti kotak dan silindris atau bentuk nongeometris seperti flora dan fauna. Penerapan bentuk perlu mempertimbangkan aspek fungsi karya seni atau benda yang akan kita dibuat.
  4. Aspek keindahan atau estetika
    Sebuah karya seni kriya umumnya merupakan karya yang unik karena pembuatannya hanya mengandalkan kerajinan tangan dan tidak memakai mesin. Pembuatannya yang satu demi satu melahirkan kreativitas idea tau gagasan yang sangat beragam. Keindahan sebuah karya seni kriya perlu menjadi pertimbangan sehingga karya yang akan kita buat terlihat indah dan menarik. Oleh karena bentuk yang indah dan menarik inilah yang diharapkan dapat membuat banyak orang menyenangi dan ingin memakai karya atau benda yang kita buat. Sebagai daya tarik, kita dapat member hiasan atau ornamen secukupnya pada bagian-bagian tertentu. Pemilihan warna disesuaikan dengan bentuk dan fungsi benda. Demikian pula, komposisi warna perlu diolah sehingga tercapai komposisi warna yang harmonis.
  5. Aspek keamanan
    Benda atau karya yang akan kita buat perlu dipikirkan juga dari aspek keamanannya. Artinya benda yang kita buat aman untuk dipakai dan tidak mengancam jiwa atau keselamatan orang yang memakainya.
  6. Aspek kenyamanan
    Selain aman, juga nyaman dipakai, artinya pemakai merasa nyaman ketika menggunakan benda atau karya yang kita buat. Sebagai contoh, membuat topi disesuaikan dengan ukuran kepala dan ketika diapakai pemakai merasa nyaman dan tidak merasa lelah karena ringan ketika dipakai. Aspek kenyamanan terkait erat dengan perancangan bentuk.

BACA:  Perkembangan Seni Lukis Pada Zaman Renaissance

Menilai Karya Seni Rupa Terapan

Menilai suatu karya seni kriya, kita harus memahami proses apresiasi seni rupa secara utuh. Proses tersebut adalah pengamatan, penghayatan terhadap karya, dan pengalaman berkarya seni sehingga dapat menumbuhkan rasa kagum, sikap empati, dan simpati yang akhirnya mempunyai kemampuan menikmati, menilai, dan manghargai karya seni.

Setiap karya seni rupa mempunyai nilai seni yang berbeda satu sama yang lainnya. Nilai suatu karya sangat ditentukan oleh kemampuan perupa karya seni itu sendiri yang meliputi:

  1. Konsepsi atau gagasan;
  2. Kreativitas dalam penciptaan karya;
  3. Teknik pengerjaan yang menghasilkan corak tersendiri, namun tetap memperhitungkan sifat-sifat
    media/bahan;
  4. Keunikan dalam pengaturan komposisi dan bentuk sehingga menghasilkan karya yang tampak unik (beda dengan yang lain).

Kualitas suatu karya selain tergantung dari perupanya juga ditentukan oleh kualitas dan sifat dari media/bahan yang digunakan. Misalnya sebuah topeng yang dikerjakan dengan bahan kayu pule akan jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan menggunakan kayu meranti.

Suatu karya seni yang tergolong ke dalam seni rupa tentu dalam pengerjaannya memperhitungkan kaidah-kaidah seni rupa, maka dalam menilai atau memilih suatu karya seni rupa yang baik dan berkualitas diperlukan apresiasi seni rupa.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkarya seni rupa dan apresiasinya adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip seni
  2. Fungsi seni
  3. Komposisi atau unsur seni

Merancang Seni Kriya memang harus memperhatikan beberapa hal yang harus dipenuhi, dalam hal ini pemenuhan terhadap pembuatan seni kriya. Jangan asal dibuat, sebab tanpa memperhatikan beberapa hal berikut ini maka seni kriya tidak akan bisa menjadi karya yang patut diandalkan.

BACA:  Seni Teater Tradisional Indonesia

Pecinta seni Budaya yang pastinya sebelum merancang sebuah karya seni kriya, kita harus membekali diri dengan keterampilan yang baik. Karena pada umumnya seni kriya itu dikerjakan dengan menggunakan tangan. Jika tidak terampil maka karya kita tentu tidak maksimal.

Jadi bisa dipastikan bahwa hasil seni kriya tergantung dengan keterampilan tangan pembuatnya. Jika hasilnya bagus maka karya Seni Kriya kita akan diakui dan laku dipasaran. Namun Jika karya kita hanya untuk mengasah kemampuan berkarya seni saja, tentunya kepuasan batin akan kita raih.

Inilah beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membuat seni kriya:

  1. Kegunaan 
    Faktor ini memiliki posisi paling utama, misalnya tas, harus ada talinya, jika tidak maka tas tidak berfungsi. Sebuah Kendi bisa dikatakan berfungsi apabila ada tangkai pegangannya. Tanpa tangkai pegangan maka kendi tidak dapat difungsikan. Dan Lain sebagainya.
  2. Kenyamanan 
    Posisi utama memang kegunaan, namun disusul posisi yang kedua, karya seni kriya harus berguna tapi juga harus dapat dirasakan se nyaman mungkin. Jangan asal bisa dimanfaatkan namun tidak nyaman, maka biasanya karya seperti ini tidak begitu laku di pasaran.
  3. Bahan dan Teknik 
    Bahan yang harus kita gunakan tentunya harus berkualitas. Terkadang cukup memanfaatkan barang barang bekas untuk membuatnya, namun jika mampu mengemas dengan baik maka akan menjadi karya yang sangat disukai pecinta seni. Teknik pembuatan juga harus diperhatikan. Jika kita mengerjakannya dengan teknik yang benar maka akan menjadi bagus karya kita. Teknik akan disesuaikan dengan bahan, maka teknik akan bergantung dengan bahan yang digunakan.
  4. Nilai Seni 
    Nilai seni menjadi aksesoris penting yang patut ditambahkan. Sebab dengan memperhatikan seni maka tampilan nya menjadi sangat indah dan bisa sesuai dengan selera pasar atau selera pembeli. Kita tahu pembeli adalah raja, Jika kita tidak melayani raja dengan kualitas yang kita miliki maka mereka akan kecewa.