Bagaimana cara membedakan batu akik asli dan palsu?

Biar Tak Tertipu, Ini Cara Membedakan Batu Akik Asli dan Sintetis

- detikNews

Selasa, 05 Agu 2014 12:51 WIB

Jakarta -

Bisa membeli batu akik atau batu mulia berharga puluhan hingga ratusan juta rupiah tentu menyenangkan. Tapi hati-hati, di pasaran banyak beredar barang palsu. Anda tentu tidak mau tertipu. Lantas, Bagaimana cara membedakannya?

detikcom menemui Adi pedagang batu akik di Jakarta Gems Center (JGC), di Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/8/2014). Menurutnya di pasaran ada berbagai jenis batu akik dan batu mulia. Ada yang asli, sintesis dan juga palsu.

"Memilih batu akik, apalagi batu mulia yang harganya puluhan juta, atau di atas itu harus sabar. Nggak boleh buru-buru. Jangan sampai tertipu dibilang asli ternyata barangnya palsu," kata pria yang membuka toko di lantai dasar JGC itu mengawali cerita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Adi, saat membeli batu akik atau batu mulia sebaiknya mengajak orang yang paham. Karena batu yang asli dan palsu sebenarnya bisa dibedakan secara kasat mata.

"Contohnya aja kalau batu safir atau ruby itu dari seratnya aja bisa keliatan asli atau palsu. Atau misalnya melihat batu Bacan, orang di sini bisa melihatnya bagus atau nggak pakai senter kecil. Sebelum beli bisa juga lihat di internet cari informasi saya kira sudah banyak," imbuhnya.

"Ngebedain batu yang asli atau palsu bisa juga dengan kaca pembesar. Di pasaran juga udah banyak yang jual alat buat ngecek batuan asli atau palsu kok," sambung Adi yang telah berjualan batu akik dan batu mulia sejak tahun 90-an.

Lebih lanjut kata Adi, untuk keaslian batuan mulia bisa dilihat dari 5 C, yaitu carat (karat), cutting (potongan), colour (warna), clarity (kejernihan) dan juga certificate (sertifikat).

"Yang kelima, sertifikat itu yang juga penting supaya lebih aman dan nggak khawatir kalau beli batuan mulia kayak ruby, saphire, diamond, dan yang lain-lain," tukas Adi.

Ditambahkan adi, di JGC lantai 1 juga ada laboratorium untuk menguji keaslian batu akik dan batu mulia. Pengunjung bisa mengecek di sana terlebih dahulu sebelum membeli.

"Intinya harus jeli dan seperti yang saya bilang tadi, harus sabar pas memilih dan beli biar nggak tertipu. Beli batu alam atau batu akik itu memang begitu, kayak milih pasangan hidup aja," tandas Adi seraya tertawa.

(bar/ndr)



Itulah beberapa cara mudah dalam membedakan batu akik atau permata asli dengan yang buatan atau sintetis. Mungkin cara diatas hanya beberapa cara mudah saja dan masih banyak cara mudah lainnya untuk membedakan batu asli dengan batu tiruan. Jika pembaca tidak keberatan dan mau menambahkan cara membedakan batu asli dengan yang tiruan, kami ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya.

KOMPAS.com — Maraknya batu akik membuat para pembeli waswas ketika memilih sebelum membelinya. Nah, bagi para pemula, apa saja yang harus diperhatikan?

Batu akik booming pada awal tahun 2015, membuat para penjual batu akik meraup keuntungan yang besar. Sementara itu, tidak mengherankan juga jika banyak "batu masakan" mulai masuk ke dalam pasar batu akik. Bagi pemula, mungkin akan menjadi hal yang sangat membingungkan untuk membedakan batu akik asli dengan batu akik masakan. Akan tetapi, dengan sedikit pengetahuan dan kesabaran, Anda pasti bisa membedakannya.

Untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik, biasanya para pembeli akan membawa senter. Ini adalah hal yang paling dasar untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik. Batu akik asli ketika disenter akan terlihat adaya serat-serat. Serat-serat ini jugalah yang menentukan harga dan kualitas batu akik. Batu akik masakan tidak akan memiliki serat, dan akan terlihat jernih sekali ketika disenter. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan pada batu-batu yang jernih dan tembus pandang seperti bacan dan pandan. Batu alami pasti memiliki serat-serat natural dan unik, berbeda dengan buatan manusia.

"Pokoknya untuk pemula lihat saja di bawah cahaya apa ada serat atau tidak. Jika teralu bersih, biasanya sudah pasti batu masakan, atau coba tempel ke kulit atau pipi. Jika dingin, maka batu akik asli. Saya sarankan bawa teman yang mengerti batu akik jadi bisa menjelaskan," kata Hendri, seorang pembeli batu akik.

Anda juga bisa mencoba meneteskan air ke atas batu, apabila tetesan tersebut menetap, maka batu akik tersebut sudah pasti asli. Hal pembeda lainnya adalah berat. Batu akik asli dan kaca bisa terasa berbeda beratnya. Akan tetapi, jika Anda baru mulai tertarik dengan batu akik, maka hal ini akan sulit dirasakan. Pembeli batu akik senior biasanya sudah langsung tahu hanya dengan melihat dan memegangnya.

"Memilih batu akik harus bersabar. Jika tidak, Anda akan cepat tertipu. Pertama-tama, harus mengerti tentang batu yang diinginkan, contohnya bacan. Sebelum beli, cari tahu dulu saja tentang batu bacan, tentang warna, harga, dan kualitas. Jangan langsung datang, lihat batu bacan, lalu nanti ditipu. Paling gampang, buka internet dan cari tahu tentang batu akik," ujar Endang, salah seorang penjual batu akik di Jakarta Gems Center (JGC), Rawa Bening, Jakarta Timur.

Bagaimana cara mengecek batu akik?

Berikut cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membedakan batu akik asli dan palsu..
Mengamati tampilan batu akik. ... .
2. Gunakan senter dan kaca pembesar untuk memastikan. ... .
Mengecek dengan touchscreen ponsel pintar. ... .
Pengujian dengan alat laboratorium. ... .
Pengecekan sertifikat keaslian batu akik..

Akik apa yang paling mahal?

Batu Akik Safir (Sapphire) Batu safir memang layak dikatakan sebagai permata batu akik termahal. Harga untuk jenis ceylon blue sapphire dipatok cukup tinggi, apalagi yang diikat dengan logam mulia. Harganya bisa tembus mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Apa perbedaan antara batu permata dan batu akik?

"Kalau batu permata itu ditambang, digali dari perut bumi. Beda dengan batu akik yang memang sudah ada di permukaan, seperti yang biasa dilakukan dengan mencari di sungai-sungai," jelas Agung. Batu-batu yang digolongkan sebagai batu permata antara lain zamrud, safir, ametis, dan intan.

Batu akik sintetis terbuat dari apa?

Batu-batu sintetis itu dari kaca dan memakai pewarna,” terang Imron. Para pembeli bisa mengenali batu palsu dari warna, serat, serta beratnya. Batu sintetis warnanya mencolok sekali, kemudian tak ada serat saat disenter, dan saat dipegang terasa ringan.