Perut terasa lapar terus dan mual padahal sudah makan

Kesehatan Umum

dr. Adeline Jaclyn, 18 Jun 2020

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Meski baru saja makan, apakah perut Anda masih terasa lapar? Waspada, perasaan masih lapar setelah makan dapat menjadi tanda dari kondisi kesehatan tertentu!

Setiap orang pasti akan merasa kelaparan jika dirinya belum makan seharian. Namun, tak sedikit pula orang yang masih merasa lapar meski baru saja makan. Apakah Anda salah satunya?

Jika ya, Anda sebaiknya berhati-hati. Pasalnya, perasaan masih lapar setelah makan dapat menjadi tanda dari adanya kondisi kesehatan tertentu.

Berikut ini adalah beberapa penyebab sering lapar yang mungkin saja Anda alami tanpa disadari.

1. Stres

Stres membuat kadar hormon serotonin di dalam tubuh menipis. Hal ini dapat mencetuskan perasaan lapar, meski sebenarnya Anda tidak benar-benar lapar.

Kondisi ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa orang yang stres cenderung ingin makan secara terus-menerus.

Artikel Lainnya: Penyebab Perut Jadi Terasa Mual Saat Sedang Lapar

2. Kurang Tidur

Kurang tidur dapat memicu tubuh untuk memproduksi hormon ghrelin, yang berfungsi menstimulasi keinginan untuk makan sesuatu.

Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat produksi hormon leptin berkurang. Padahal, hormon leptin bertugas untuk mengirimkan perasaan kenyang ke otak.

Jika produksi hormon leptin terganggu, perasaan masih lapar setelah makan bisa saja terjadi.

3. Efek Samping Obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan Anda terus merasa lapar. Salah satu contoh obat yang dimaksud adalah golongan antidepresan.

Jadi, bila tengah menjalani pengobatan menggunakan antidepresan, perasaan lapar setelah makan bisa saja terus dialami.

4. Dehidrasi

Menurut seorang ahli dari American Academy of Nutrition and Dietetics, Alissa Rumsey, RD, dehidrasi bisa menyebabkan timbulnya rasa lapar meski Anda sudah makan.

Terkadang tubuh salah mengartikan rasa haus menjadi lapar. Akhirnya, Anda menjadi terus makan padahal tubuh sebenarnya kekurangan cairan.

Artikel Lainnya: Mudah Lapar setelah Berolahraga, Apa Penyebabnya?

5. Terlalu Banyak Karbohidrat Sederhana

Karbohidrat sederhana dapat membuat Anda sering merasa lapar, meski sebenarnya sudah cukup makan.

Kondisi ini terjadi karena karbohidrat sederhana dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan juga menurunkannya dengan cepat.

6. Diet Ketat

Orang yang melakukan diet dengan cara membatasi kalori secara berlebihan akan sering merasa lapar sepanjang hari.

Pasalnya, pasokan kalori yang terlalu sedikit membuat tubuh meningkatkan produksi hormon ghrelin sehingga Anda akan selalu merasa ingin makan sesuatu.

7. Menopause

Menopause menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh wanita. Beberapa penelitian mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat wanita berisiko lebih tinggi untuk mengalami kenaikan berat badan lantaran keinginan makan yang cenderung tidak bisa dikontrol.

8. Konsumsi Minuman Alkohol

Banyak mengonsumsi minuman beralkohol dapat membuat Anda sering merasa lapar.

Menurut penelitian, hal ini terjadi karena alkohol memengaruhi sinyal lapar di otak.

Temuan tersebut didukung oleh penelitian lainnya. Para peneliti melaporkan bahwa orang yang mengonsumsi alkohol sebelum makan menjadi lebih sensitif terhadap aroma dari makanan sehingga mereka makan lebih banyak dari biasanya.

Artikel Lainnya: Sering Lapar, Pasti Akibat Penyakit Diabetes?

9. Diabetes Melitus

Selalu merasa lapar meski sudah cukup makan juga dapat menjadi tanda dari adanya penyakit diabetes melitus tipe 2.

Hal ini terjadi karena penyakit tersebut membuat gula darah (glukosa) tidak dapat masuk ke dalam sel.

Sebagai akibatnya, gula tidak dapat digunakan oleh sel menjadi sumber energi. Karena itu, penderita diabetes akan sering merasa lapar dan cepat lelah.

Perut terasa kosong padahal sudah makan yang terjadi akibat diabetes melitus biasanya akan disertai dengan hadirnya gejala-gejala berikut ini.

  • Sering haus.
  • Sering berkemih.
  • Penurunan berat badan yang signifikan.
  • Luka yang sulit sembuh.

Jika Anda mendapati adanya keluhan-keluhan di atas, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk dievaluasi dan diberikan pengobatan.

10. Hipertiroid

Sudah makan tapi masih lapar juga bisa terjadi akibat adanya penyakit hipertiroid. Kondisi ini terjadi karena kelenjar tiroid yang bertugas mengatur metabolisme tubuh bekerja dengan sangat cepat.

Keluhan sering merasa lapar meski sudah makan yang terjadi akibat hipertiroid biasanya akan disertai dengan kondisi berikut ini.

  • Leher menjadi bengkak.
  • Penurunan berat badan.
  • Cepat marah.
  • Sering buang air kecil.
  • Mudah berkeringat.
  • Merasa sering kepanasan.

Jika Anda merasa memiliki gejala seperti di atas, segera konsultasikan kepada dokter untuk dilakukan evaluasi dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Artikel Lainnya: Lapar Palsu, Kenali Tanda-tandanya

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perasaan masih lapar meski baru saja makan adalah dengan memperbaiki gaya hidup.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pola diet yang sehat. Makanlah sesuai kebutuhan kalori Anda, dengan cakupan kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan serat yang seimbang.

Imbangi hal tersebut dengan berolahraga secara rutin dan teratur, setidaknya selama 30 menit dalam sehari dan sebanyak 5 kali dalam satu minggu.

Jangan lupa juga untuk kelola stres dengan baik, minum air putih sebanyak 2 liter dalam sehari, dan cukupi waktu istirahat dengan tidur selama 8 jam setiap malam. Hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Bila keluhan sering merasa lapar benar-benar mengganggu, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu kemungkinan penyebab dan cara terbaik mengatasinya.

Sebagai langkah awal pemeriksaan, Anda juga bisa memanfaatkan layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

Jam makan siang tiba. Kebetulan, perut Anda sudah keroncongan sejak tadi. Anda pun segera menyantap makan siang yang telah dipesan sebelumnya. Setelah makanan habis, perut Anda masih juga kelaparan sehingga Anda berniat memesan menu lain. Apakah ada yang salah dengan tubuh Anda?

Penyebab sering lapar meskipun sudah makan tidak harus dikarenakan suatu penyakit tertentu, tetapi dapat diakibatkan oleh gaya hidup yang dijalani. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa pemicu perut terasa lapar terus dapat diakibatkan oleh kondisi medis.

Apa saja penyebab sering lapar meskipun sudah makan?

Mulai dari gaya hidup yang tidak teratur sampai penanda adanya penyakit yang perlu diobati dapat menjadi penyebab rasa lapar terus-menerus. Berikut adalah beberapa penyebab sering lapar yang dapat dialami:

Karbohidrat yang terproses umumnya tidak mengandung serat yang memadai yang dapat membuat tubuh cepat memproses makanan tersebut dan membuat Anda sering lapar meskipun sudah makan.

Selain itu, karbohidrat yang terproses juga dapat membuat penurunan tekanan darah yang dapat berdampak pada meningkatnya rasa lapar.

Terkadang rasa haus dapat disalahartikan sebagai rasa lapar. Bila Anda sering lapar sesudah makan, Anda dapat mencoba untuk meminum satu atau gelas air terlebih dahulu. Meminum air sebelum makan juga dapat membantu mengurangi nafsu makan sebelum mengonsumsi makanan.

Bila Anda mengalami kondisi medis tertentu, maka obat yang dikonsumsi bisa jadi pelaku dari penyebab sering lapar sesudah makan yang dialami. Obat-obatan yang dapat memicu lapar terus adalah beberapa obat untuk mengatasi kondisi kejiwaan seperti antispsikotik dan antidepresan, penstabil suasana hati, selain itu obat kejang, kortikosteroid, dan obat diabetes, juga berpengaruh terhadap rasa lapar.

Bentuk dari makanan yang dikonsumsi juga mempengaruhi rasa lapar yang dimiliki. Makanan dalam bentuk cairan, seperti smoothie, kuah, dan sebagainya, akan lebih cepat membuat perut terasa lapar terus.

Hal ini karena makanan dalam bentuk cair akan lebih cepat dicerna dibanding makanan dalam bentuk padat.

Orang yang sangat aktif berolahraga, terutama orang-orang yang menjalani olahraga yang intens dengan durasi yang lama, akan membakar kalori yang banyak dan karenanya membutuhkan tambahan asupan kalori.

Serat adalah salah satu komponen makanan yang memiliki waktu cerna yang lebih lambat dan karenanya memberikan efek mengenyangkan. Serat juga dapat memicu produksi hormon yang mengurangi nafsu makan dan mencegah lapar terus sesudah makan.

Kurang tidur tidak hanya bisa menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga dapat menyebabkan Anda sering lapar sesudah makan. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar.

Tubuh Anda memerlukan berbagai kandungan gizi, seperti protein. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan protein yang cukup, Anda akan sering lapar meskipun sudah makan.

Protein berperan dalam menurunkan rasa lapar dengan meningkatkan produksi hormon yang memberikan sensasi kenyang dan menurunkan hormon yang memicu rasa lapar.

Lemak selalu dianggap dapat merusak diet, faktanya Anda tetap memerlukan lemak di dalam asupan makanan Anda, karena serupa dengan protein, lemak juga berperan dalam menimbulkan rasa kenyang.

Hal ini karena lemak lebih lambat dicerna oleh tubuh dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Alkohol tidak hanya memberikan efek mabuk, tetapi juga dapat membangkitkan selera makan yang memicu sering lapar. Sebaiknya batasi konsumsi alkohol agar tidak berlebih.

Tidak hanya bentuk makanan, tetapi kecepatan saat mengonsumsi makanan berkontribusi dalam nafsu makan. Makan yang terlalu cepat dapat menurunkan kesadaran bahwa Anda sudah kenyang.

Sebaiknya, makanlah dengan kecepatan yang lebih lambat dengan cara menarik napas beberapa kali sebelum makan dan meletakkan alat makan seusai memasukkan makanan.

Kunyahlah makanan secara perlahan agar tubuh tubuh bisa memiliki waktu yang lebih panjang untuk mengeluarkan hormon yang memicu rasa kenyang.

Bagi Anda yang sering makan sambil menonton, bermain game, ataupun bekerja, Anda perlu mengubah pola makan Anda. Sebuah studi menemukan  bahwa makan sambil melakukan hal lain dapat mencegah tubuh untuk menyadari bahwa Anda sudah kenyang yang pada akhirnya membuat Anda lapar terus meskipun sudah makan.

Stres dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat Anda sering lapar meskipun sudah makan bukanlah rumor belaka. Kadar stres yang berlebih dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu rasa lapar. Cobalah untuk salurkan stres Anda dengan meditasi, yoga, dan sebagainya.

Konsumsi gula yang berlebih, terutama jenis gula fruktosa dapat meningkatkan nafsu makan yang membuat Anda sering lapar. Konsumsi gula dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang membuat perut terasa lapar terus.

Tidak hanya gula biasa, pemanis buatan juga memiliki efek yang sama, karenanya, batasi konsumsi gula dan pemanis buatan per harinya.

Jangan salah, rasa bosan dapat memicu sering lapar meskipun sudah makan. Terkadang rasa bosan bisa disangka sebagai rasa lapar. Riset menunjukkan bahwa rasa bosan dapat membuat seseorang ingin melakukan suatu aktivitas yang menyenangkan, seperti makan.

Selain gula, konsumsi garam secara berlebih juga membuat Anda ingin terus makan. Sebaiknya, konsumsilah garam kurang dari enam gram per harinya atau kurang lebih satu sendok teh.

Pada kasus tertentu, sering lapar yang dialami meskipun sudah makan dapat menjadi sinyal adanya suatu kondisi medis tertentu. Kondisi medis yang dapat dialami bisa berupa diabetes, tekanan darah rendah, gangguan tiroid, menopause, kehamilan, sedang menyusui, dan sebagainya.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda mengalami sering lapar meskipun sudah makan, beberapa pemicu dapat dikarenakan:

  • Konsumsi karbohidrat terproses yang berlebih
  • Konsumsi air yang tidak cukup
  • Konsumsi medikasi tertentu
  • Sering mengonsumsi makanan dalam bentuk cairan
  • Terlalu banyak berolahraga
  • Kurang serat
  • Kurang tidur
  • Tidak mengonsumsi protein yang cukup
  • Menerapkan diet yang rendah lemak
  • Konsumsi alkohol yang berlebih
  • Makan terlalu cepat
  • Makan sambil melakukan hal lain
  • Terlalu stres
  • Konsumsi gula berlebih
  • Rasa bosan
  • Konsumsi garam berlebih
  • Kondisi medis tertentu

Apabila rasa lapar terus yang dirasakan sesudah makan diiringi dengan keluhan medis lainnya, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.