Rangkuman sistem gerak pada manusia Kelas 8 PDF

Di bab 3 Kelas 11 K13 Revisi ini akan kami pelajari terkait Sistem Gerak Manusia secara ringkas pada semester 1. Berikut ringkasan materi Biologi kelas 11 yang disusun dari buku paket SMA.

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Letak dan Fungsi Rangka

Gerakan otot sebetulnya adalah hasil kerjasama dari rangka serta otot. Otot merupakan bagian tubuh mampu berkontraksi, sedang rangka tidak memiliki kemampuan seperti demikian. Apabila otot berkontraksi dengan otomatis rangkat tersebut ikut bergerak dikarenakan otot terletak melekat dengan erat pada rangka. Maka itu bisa dikatakan bahwa otot merupakan alat gerak yang aktif, sedang rangka adalah alat gerak pasif. Pada umumnya, fungsi rangka yaitu:

  1. Sebagai alat gerak pasif
  2. Tempat melekatnya otot rangka
  3. Memberikan bentuk tubuh
  4. Memberikan kekuatan serta menunjang tegaknya tubuh
  5. Melindungi organ tumbuh yang lemah
  6. Tempat pembentukan sel-sel darah

Jenis Tulang serta Strukturnya

Tulang penyusun tubuh dibedakan sesuai dengan hal-hal di bawah ini: 

Jenis Tulang

Tulang Rawan / Kartilago

Tulang rawan dapat ditemukan di embrio, anak-anak, serta kalangan dewasa. Tulang rawan di embrio serta anak-anak asalnya dari sel mesenkim. Di embrio, bagian dalam tulang rawannya berongga serta isinya sel-sel pembentuk tulang diseut dengan osteoblas.

Tulang Sejati / Osteon

Tulang sejati memiliki sifat kerar serta matriknya banyak memiliki kandungan kalsium serta fosfat. 

Matriks Tulang

Berdasarkan matriks penyusun, tulang ini dibedakan menjadi 2, diantaranya yaitu:

  1. Tulang Kompak, yang mempunyai matriks padat serta rapat, seperti ada di tulang pipa. 
  2. Tulang spons, mempunyai matriks berogga, seperti ada di tulang pipih serta pendek. 

Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuk, tulang dibedakan atas 3 bagian, diantaranya:

  1. Tulang pipa, memiliki bentuk bulat panjang. Tulang ini dijumpai di anggota gerak. 
  2. Tulang pipih, memiliki bentuk lebar serta pipih. Tulang tersebut terdiri dari 2 lapisan jaringan tulang misalnya bunga karang / spons didalamnya memiliki isi sumsum merah sebagai suatu tempat pembentukan sel darah. 
  3. Tulang pendek, memiliki bentuk bulat serta ukurannya pendek, tidak beraturan. 

Sistem Rangka Manusia

Tubuh bisa memiliki kontruksi sedemikian rupa dikarenakan adanya kerangka membentuknya. Kitapun bisa berdiri dengan tegak karenanya. Pada umumnya kerangka manusia ini dikelompokan menjadi 2, diantaranya: 

Rangka Aksia

Rangka yang satu ini adalah rangka tersusun dengan tulang tengkorak, tulang rusuk / iga, tulang belakang, serta tulang dada. 

Rangka Apendikuler

Rangka ini adalah rangka tersusun dari tulang bahu, tulang anggota gerak atas serta bawah serta tulang panggul. 

Perkembangan Tulang

Keadaan tulang terhadap bayi sangat menguntungkan dikarenakan memudahkan proses melahirkannya. Bayangkan apabila bayi mempunyai tulang keras, tentunya sangat menyulitkan sera menyakitkan pada proses melahirkannya. Sesudah lahir, tulang bayi mengalami proses osifikasi, adalah proses pengerasan tulang. Proses osifikasi terjadi pada berbagai tahap, diantaranya:

  1. Kartilago
  2. Ban periosteum terbentuk
  3. Perkembangan pusat osifikasi primer
  4. Masuknya pembuluh darah
  5. Rongga sumsum tulang terbentuk
  6. Penipisan serta pemanjangan ban
  7. Pembentukan pusat osifikasi sekunder
  8. Sisa kartilago sebagai lempengnya epifisis
  9. Pembentukan batas epifisis

Hubungan Antartulang

Ada dua tulang saling berhubungan, itulah dimaksud dengan persendian maupun artikulasi. Sendi menyusun kerangka manusia ada pada berbagai tempat. Dengan garis besar, sendi tersebut bisa dibedakan dengan 3 macam, yaitu:

Amfiartosis

Merupakan persendia yang mana gerakan terjadi sangat terbatas.

Sinartrosis

Persendian sinartrosis tidak memungkinkan hadirnya gerakan. Persedian tersebut dibedakan dengan:

  1. Sinartrosis Sinkondrosis, persendian yang satu ini penghubungnya yaitu tulang rawan. 
  2. Sinartrosis Sinifibrosis, persendian yang satu ini penghubungnya yaitu serabut jaringan ikat. 

Diartrosis

Jenis persendian satu ini, gerakan terjadi banyak serta leluasa. Jenis persendian diartrosis adalah:

  1. Sendi peluru, yaitu hubngan antartulang yang mana kedua ujung tulang dengan bentuk bongkol serta lekuk. 
  2. Sendi pelana, hubungan antartulang memngkinkan gerak kedua arah, bersama bidang sendirinya memiliki bentuk pelana. 
  3. Sendi engsel, hubungan antar tulang yang mana tulang satu berputar dengan tulang lainnya. 
  4. Sendi luncur, hubungan antartulang memungkinkan gerakan badannya membungkuk serta menggeliat. 

Kelainan Tulang

Kelainan terhadap Tulang

Berbagai kelainan terjadi terhadap tulang yaitu:

  1. Fraktura, kelainan tulang yang satu ini, tulang alami keretakan maupun patah tulang diakibatkan alami benturan keras. 
  2. Kelainan bawaan semenjak lahir
  3. Arthritis, disebabkan karena radang terjadi terhadap persendian. 
  4. Gangguan terjadi terhadap tulang belakang, yaitu kifosis, lordosis, serta scoliosis. 
  5. Osteoporosis, kalangan menderita kelainan satu ini, keadaan tulang akan rapuh serta keropos. 
  6. Rakhitis, disebabkan kondisi tulang yang lunak.
  7. Mikrosefalus, kelainan ini mengalami pertumbuhan tulang tengkorak terlambat. 

Cara jaga Kesehatan Tulang

  1. Makan makanan cukup memiliki kandungan kalsium
  2. Olahraga teratur
  3. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Otot

Otot adalah alat gerak yang aktif. Dengan aktivitas otot seringkali berkontraksi serta berelaksasi hingga dapat akibatkan pergerakan tubuh. Berdasarkan perlekatan, otot ini dibedakan atas dua bagian, yaitu:

  1. Origo, adalah ujung otot melekat terhadap tulang sedikit bergerak saat kontraksi. 
  2. Insersi, adalah bagian ujung otot lainnya melekat terhadap tulang. 

Jenis Otot serta Karakteristiknya

Terdapat 3 jenis otot, yaitu:

  1. Otot kerangka / otot lurik, adalah otot melekat terhadap kerangka. 
  2. Otot polos, merupakan sel tunggal, bentuknya gelendong dengan 1 inti terletak pada tengah-tengah. 
  3. Otot jantung, cara kerjanya otot terus menerus. 

Mekanisme Kerja Otot

Apabila seseorang seringkali adakan latihan otot, seperti lari, senam, maupun olahraga lain. Maka ototnya berkontraksi, akibatnya otot akan menjadi keras serta besar, sebaliknya apabila ototnya jarang digunakan, maka otot akan mengecil serta kendur. 

Kelainan terhadap Otot 

  1. Tetanus, kondisi otot mengalami kejang. 
  2. Kram, otot dalam keadaan sedang kejang.
  3. Hipertropi otot, keadaan otot lebih besar serta lebih kuat. 
  4. Atrofi otot, keadaan otot lebih kecil serta lemah kontraksi. 
  5. Stiff, keadaan radang otot trapezium. 

Sumber Materi: Buku Biologi Kelas 11 Semester 1 Terbitan BSE

Gerak pada manusia materi ipa kelas 8 k-13 seri ke-3 - Pada Materi IPA Kelas 8 SMP/MTs K-13 kesempatan ini akan membahas gerak pada manusia yang meliputi: struktur dan fungsi rangka, sendi dan otot serta upaya menjaga sistem gerak pada manusia. 

Gerakan dalam senam (pexels.com)

Bagian ke-3 seri Materi IPA Kelas 8 SMP/MTs K-13 adalah sub topik "Gerak pada manusia" pada topik "Gerak Makhluk Hidup dan Benda". 

Sebelumnya sudah dibahas:

1.Gerak pada Tumbuhan

Manusia dapat bergerak karena ada sistem gerak yang bekerja. Misalnya, manusia dapat berdiri tegak, melakukan senam dan bergerak dengan bebas karena ada alat gerak.

Sistem gerak pada manusia terdiri dari rangka atau tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.

Disamping itu ada pula sendi yang merupakan tempat terhubungnya dua tulang atau lebih sehingga hubungan antar tulang-tulang dapat digerakan.

Rangka merupakan susunan tulang yang saling berhubungan satu sama lainnya. Tulang manusia berfungsi sebagai:

a.alat gerak pasif karena tulang dapat bekerja untuk bergerak dengan bantuan otot

b.penopang berdirinya tubuh

c.tempat menempelnya otot

d.melindungi organ tubuh bagian dalam

e.tempat pembentukan sel darah merah dan darah putih.

Tulang tersusun atas kalsium yang berbentuk garam dan merekat erat dengan bantuan kolagen. 

Di dalam masa perkembangannya, bentuk tulang dapat berubah atau mengalami kelainan.

Hal ini dikarenakan adanya infeksi penyakit, faktor nutrisi dan gizi ataupun posisi tubuh yang salah.

Dalam sistem gerak pada manusia, struktur tulang terdiri dari beberapa lapisan, yaitu:

a.periosteum 

c.tulang spons 

d.rongga sum-sum (rongga medulla dan tulang rawan atau kartilago). 

Sedangkan berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi:

d.tulang yang berbentuk tidak beraturan.

Jika dilihat berdasarkan banyak tidaknya digerakkan maka persendian dikelompokkan menjadi 3, yaitu; 

a.sinartrosis (hubungan antar tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan seperti tengkorak)

b.sendi amfiartrosis (Hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan terbatas seperti sendi antar ruas belakang)

c.sendi diartrosis (hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerakan).

Adapun, sendi diartosis di bagi menjadi 5 buah, meliputi:

1.Sendi Peluru

Adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lainnya sebagai porosnya. 

Contohnya, tulang kepala dan leher.

2.Sendi engsel

Adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu arah saja. 

Contohnya tulang sikut dan lutut.

3.Sendi pelana

Adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan kedua arah. 

Contohnya, pangkal ibu jari.

4.Sendi geser

Adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu bidang saja atau gerakan bergeser. 

Contohnya, tulang pergelangan kaki dan hubungan antar tulang belakang.

5.Sendi ellipsoidal

Adalah hubungan antar tulang berbentuk oval dan yang lainnya elips sehingga berputar di setiap arah kecuali aksial. 

Contohnya pada pergelangan tangan.

Selain tulang dan sendi, sistem gerak pada manusia juga melibatkan. Sendi dan tulang bertumpu pada otot. 

Otot merupakan sebuah jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar dapat bergerak. 

Gerak pada manusia terjadi karena proses kontraksi otot yang membutuhkan energi dan relaksasi otot.

Berdasarkan jenisnya, otot terbagi menjadi 3, yaitu: 

a.otot polos yang ditemukan disaluran pencernaan seperti lambung maupun usus halus

b.otot jantung yang ditemukan pada organ jantung

c.otot lurik yang melekat pada rangka.

Dalam sistem gerak pada manusia bisa juga mengalami gangguan dan kelainan yang bisa menghambat gerakan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

Kelainan pada sistem gerak ini bisa disebabkan:

a.osteoporosis (kerapuhan tulang) yang sebabkan oleh kekurangan kalsium

b.produksi hormon

c.artritis (kerusakan tulang rawan)

d.fraktura (patah tulang)

e.kifosis (kelainan tulang belakang dibagian dada)

f.lordosisi (kelainan tulang belakang dibagian pinggang)

g.skoliosis.

Sistem gerak pada manusia perlu dipelihara dengan baik. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan sistem gerak pada manusia antara lain:

1.Rutin mengkonsumsi vitamin D maupun kalsium.

2.Berjemur dibawah sinar matahari mampu membantu dalam proses penyerapan kalsium dari makanan.

3.Kebiasaaan duduk yang benar untuk menjaga tulang punggung.

4.Aktifitas fisik yang baik untuk membantu penghambat kerapuhan tulang.

Demikian pembahasan sub topik Gerak pada Manusia dan artikel materi IPA selanjutnya akan membahas Gerak pada Benda.***