Tuliskan minimal 5 tempat konservasi flora dan fauna di Indonesia

Guys, kita semua tau Indonesia memiliki keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna yang banyaaak banget. Bahkan, bisa dibilang menjadi yang terbanyak di dunia. Beberapa diantaranya pun jadi begitu unik karena cuma bisa ditemui di negara kita tercinta ini, atau seenggaknya berasal dari sini, karena perkembangan zaman dan teknologi udah memungkinkan jenis flora maupun fauna tersebut bisa dijumpai pula di belahan dunia lainnya. Sebut aja bunga Rafflesia Arnoldi yang menjadi bunga berukuran terbesar sejagat raya, sampai si kadal raksasa Komodo yang juga didapuk sebagai yang paling gede sedunia. Ironisnya, beberapa diantaranya justru saat ini berada di ambang kepunahan karena jumlah populasinya yang semakin berkurang entah itu akibat faktor alamiah, atau yang lebih sedihnya lagi akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dengan mempersempit habitat mereka cuma untuk kepentingan komersial :(.

Well, sebagai upaya pelestarian agar hewan atau tumbuhan langka tersebut ngga bener-bener punah, pemerintah Indonesia telah menetapkan sejumlah pusat konservasi atau penangkaran. Nah, buat kamu yang lagi ngerasa bosen liburannya ke tempat wisata yang itu-itu aja dan terkesan mainstream, boleh banget nih coba mengunjungi pusat-pusat konservasi berikut ini. Selain edukatif, kamu pun jadi lebih bisa menghargai kekayaan hayati yang kita semua, bangsa Indonesia, miliki; sehingga kedepannya kamu ngga sembarangan merusak habitat mereka kayak yang ‘orang-orang’ itu lakukan. Oke langsung aja nih guys informasi seputar 7 pusat konservasi flora dan fauna langka di Indonesia.

1. Pusat Konservasi Taman Nasional Komodo

Terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Komodo yang terdiri dari 5 pulau utama yakni Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, dan tentunya Pulau Komodo itu sendiri, merupakan pusat konservasi fauna endemik Indonesia yaitu apalagi kalu bukan Komodo. Yap, komodo yang didaulat sebagai kadal terbesar di dunia ini emang keberadaannya udah bisa dibilang langka guys. Dikutip dari situs tirto.id, jumlah populasi Komodo yang tersebar di Taman Nasional ini sampai Oktober 2016 hanya menyentuh angka 3.000 ekor. Meskipun merupakan wilayah pusat konservasi, nyatanya hal ini ngga menjamin jumlah komodo menjadi stagnan, apalagi sampe bertambah. Ketersediaan mangsa seperti rusa dan kerbau yang juga berkurang akibat diburu manusia, kondisi cuaca yang ngga ngedukung proses penetasan telur, sampe tingkah kanibal dari si komodo itu sendiri kabarnya jadi penyebab semua itu guys, hmmm. Yaah semoga aja kedepannya mereka ngga beneran punah ya :(.

Source: Google

2. Pusat Konservasi Taman Nasional Tanjung Puting

Fauna berikutnya yang juga tergolong hewan dilindungi mengingat jumlah populasinya yang diklaim terus berkurang adalah orangutan. Pusat konservasi primata yang sempat jadi model untuk uang kertas pecahan Rp.500,- ini bisa kamu temui di Pulau Kalimantan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Dilansir dari kompas.com, Taman Nasional Tanjung Puting (TMTP) yang diresmikan pada tahun 1982 dan memiliki luas area 415.040 hektar ini menjadi pusat konservasi atau pelestarian orangutan terbesar di dunia dengan jumlah populasi sekitar 30-40 ribu orangutan. Tak hanya itu, kamu pun juga bisa menyaksikan jenis primata lainnya disini seperti monyet bekantan yang jadi maskotnya Dunia Fantasi (Dufan) itu lho.

Selain kamp-kamp konservasi orangutan, atraksi menarik yang bisa kamu lakukan di Taman Nasional Tanjung Puting ini yaitu menyusuri Sungai Sekonyer dengan kapal klotok. Sssst, hati-hati sama buaya yang banyak berkeliaran disini.

Source: Google

3. Pusat Konservasi Taman Nasional Ujung kulon

Beralih ke Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Pandeglang. Yap, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) jadi area pusat konservasi hewan dan tanaman langka selanjutnya yang bisa kamu kunjungi. Dengan luas kira-kira 122.956 hektar, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan rumah dari salah satu hewan langka asli Indonesia yakni badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus). Perlu diketahui, jumlah populasi hewan yang satu ini dikabarkan terus mengalami penurunan, bahkan hingga berada di angka kurang dari 100 ekor (wisatabanten.com). Hal inilah yang kemudian perlu diperhatikan secara serius, terutama oleh pemerintah. Untuk berkunjung ke TNUK, kamu juga ngga bisa sembarangan guys. Perlu izin khusus dari pihak pengelola dan pendampingan dari petugas terkait.

Selain badak bercula satu, terdapat ribuan jenis flora maupun fauna langka lainnya yang bisa dijumpai di TNUK, seperti lutung, macan tutul, owa jawa, banteng, dan beberapa jenis bunga anggrek langka.

Source: Google

4. Pusat Konservasi Taman Nasional Way Kambas

Hmmm ngomongin Lampung, selain kopinya apalagi nih guys yang khas dari Provinsi ini? Yap, gajah. Lampung dikenal sebagai pusat konservasi gajah Sumatera yang keberadaannya juga udah tergolong langka. Adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Taman nasional seluas 1.300 km2 yang konon katanya menjadi yang tertua di Indonesia ini menjadi rumah dari sekitar 200 gajah Sumatera yang dilindungi, sebagaimana dilansir dari situs kompas.com. Kegiatan pelatihan gajah jadi atraksi menarik yang bisa kamu lihat disini. Tau istilah “sepakbola gajah”? Nah, itu berasal dari sini guys karena emang gajah-gajah disini pada pinter main bola, hehehe. Selain melihat aksi para gajah yang lucu bermain sepakbola, kamu juga bisa ngerasain sensasi naik gajah keliling area TNWK ini loh, tentunya didampingi sama pawangnya ya guys.

Oh iya, sebenernya ngga cuma gajah Sumatera aja yang ada di TNWK ini. Badak Sumatera yang sama-sama berada di ambang kepunahan pun juga dijaga kelestariannya disini, disamping banyaknya jenis tumbuhan atau flora endemik lainnya kayak daun ketapang, daun api-api, dan cemara laut.

Source: Google

5. Pusat Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan

    Selatan

Masih di dalam wilayah provinsi Lampung, selain TNWK, ada satu lagi Taman Nasional yang menjadi pusat konservasi flora dan fauna langka di Indonesia, yakni Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Menempati lahan seluas, TNBBS menjadi pusat konservasi dari banyak hewan dan tumbuhan endemik seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Badak Sumatera; hingga bunga raksasa Rafflesia Arnoldi yang terkenal itu. TNBBS juga telah mendapat predikat Situs Warisan Dunia dari UNESCO.

Source: Google

6. Pusat Konservasi Penyu & Kura-kura Pulau Serangan

Bali identik dengan tempat-tempat wisata seperti pantai Kuta, Tanah Lot, Garuda Wisnu Kencana, sampai Danau Bedugul. Padahal, ada lagi loh tempat wisata lainnya yang ngga kalah asik sekaligus lebih edukatif. Yap, cobalah berkunjung ke Pulau Serangan, 5 km dari Denpasar. Di pulau ini kamu bisa berwisata sambil belajar banyak tentang penyu dan kura-kura yang berada di pusat konservasinya.

Source: Google

7. Pusat Konservasi Burung Enggang, Paloh

Burung endemik dari pulau Kalimantan yang terkenal karena bentuk paruhnya yang khas ini juga termasuk hewan yang dilindungi oleh karena jumlah populasinya yang terus menurun akibat ulah orang-orang ngga bertanggung jawab yang udah memburu burung cantik ini hanya untuk paruhnya. Meskipun belum terealisasi, akan tetapi Pemerintah sudah menyiapkan sebuah wilayah di Kalimantan Barat, tepatya di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas sebagai pusat konservasi Burung Enggang. Sebagaimana diberitakan oleh situs republika.co.id, alokasi dana untuk pembentukan pusat konservasi ini pun juga sudah disiapin. Yaa, kita tunggu aja deh, semoga cepat selesai sebelum populasi Burung Enggangnya tambah berkurang.

Source: Google

Itu dia guys 7 pusat konservasi flora dan fauna langka yang ada di Indonesia. Bisa banget nih buat kamu yang lagi pengen cari suasana berwisata yang baru, anti mainstream, dan edukatif pastinya. So let’s get there. Jangan lupa buat persiapin liburan kamu supaya lebih hemat dengan rajin-rajin cek tiket pesawat murah juga hotel murah yang banyak tersedia di situs-situs travel online terpercaya, kayak via.com. Happy vacation!